About Me Myspace Comments
Tampilkan postingan dengan label BOOKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOOKS. Tampilkan semua postingan

Sastra

E P I L O G

Ketika di sepanjang trotoar,
Mendenyutkan bara kehidupan,
Orang-orang berkerlap-kerlip di sekelilingku,
Aku melupakan kehilanganku,
Celah dalam konstelasi akbar,
Tempat dulunya bintang berada.

D.H. LAWRENCE,
"Submergence"

Sastra

E P I L O G

Ketika di sepanjang trotoar,
Mendenyutkan bara kehidupan,
Orang-orang berkerlap-kerlip di sekelilingku,
Aku melupakan kehilanganku,
Celah dalam konstelasi akbar,
Tempat dulunya bintang berada.

D.H. LAWRENCE,
"Submergence"

Sastra

K A M I S

Satu api padam, api yang lain meyala.
Kesakitan seseorang berkurang akibat penderitaan orang lain.

WILLIAM SHAKESPEARE,
Romeo & Juliet

Sastra

R A B U

Namun dari api itu,
Tidak ada cahaya, melainkan kegelapan yang nyata.

JOHN MILTON, Paradise Lost

Sastra

S E L A S A

Api kecil mudah dimatikan;
Bila dibiarkan, bahkan sungai pun tidak bisa memadamkannya.

WILLIAM SHAKESPEARE, King Henry VI

Sastra

AKHIR PEKAN

Tidak ada api tanpa asap.

JOHN HEYWOOD, Proverbes

Sastra

Ragukan bahwa bintang berpendar;
Ragukan bahwa matahari bersinar.
Ragukan bahwa yang benar adalah benar;
namun jangan ragukan cintaku.

WILLIAM SHAKESPEARE, Hamlet

Sastra

Kau, jika kau berakal sehat,
Saat kukatakan padamu bintang menyorotkan sinyal,
Yang masing-masing sinarnya mengerikan,
Kau takkan menoleh dan menjawabku
"Malam begitu indah."

D. H. LAWRENCE "Under the Oak"

Sastra

RABU

Aku akan membacakan abu padamu, jika kau memintaku.
Aku akan mencari dalam api dan memberitahumu dari kibasan abu-abu
Dan dari lidah-lidah dan garis-garis merah dan hitam,
Aku akan memberitahu bagaimana api muncul
Dan bagaimana api bisa berlari sejauh lautan.

CARL SANDBURG, "Fire Pages"

Sastra

SELASA

Lilinku terbakar di kedua ujungnya;
Lilin itu tidak akan tahan hingga satu malam;
Tapi, ah, musuh-musuhku, dan, oh, teman-temanku
Lilin itu memberikan cahaya yang indah!

EDNA ST. VINCENT MILLAY, "First Fig," A Few Figs from Thistles

Sastra

SENIN

Saudaraku, akulah api
Membara dari bawah laut.
Aku takkan pernah bertemu denganmu,
saudaraku
Mungkin tidak selama bertahun-tahun;
Mungkin ribuan tahun, saudaraku.
Lalu aku akan menghangatkanmu,
Memelukmu erat-erat, membungkusmu dalam lingkaran,
Menggunakanmu dan menggantimu
Mungkin ribuan tahun, saudaraku.

CARL SANDBURG, "Kin"

Sastra

PROLOG

"Tidak ada seorang pun yang memulai atau mungkin lebih tepatnya tidak ada orang yang berakal sehat merasa perlu melakukannya tanpa lebih dulu mendapat kejelasan dalam pikirannya tentang apa yang ingin dicapainya dengan perang itu dan bagaimana dia berniat melaksanakannya."

CARL VON CLAUSEWEITZ, Von Kriege

(My Sister's Keeper)

BADMAN: BIDIN!


Waktu itu, aku jalan-jalan di Gramed, biasalah nyari hiburan, eh, ada buku yang covernya warna item, aku langsung suka (maklum, item kesukaanku). Aku baca, disitu ada banyak kumpulan cerpen, sebenarmya, bukan novel. Tapi, tiap ceritanya bikin ngakak. Lumayanlah buat hiburan.

Nih! Salah satu cerpennya, aku tulis sinopsisnya..

IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Badman: Bidin!

Judul Cerpen : Badman: Bidin!

Penulis : Boim Lebon

Penerbit : Lingkar Pena, Depok

Tahun Terbit : November 2006

Tebal : 191 halaman, 18 cm

Novel ini berkisah mengenai seorang pemuda sangat gemar menolong. Tapi, pertolongannya itu bukan meringankan dan membantu orang, malah akan mendapat masah baru yang lebih sulit.

Ia bernama Bidin. Kejadian itu bermula ketika ia kecil, ceritanya, ia jatuh dari pohon ketika ingin mencoba terbang seperti superhero di film-film, sehingga kerja otaknya agak terganggu.

Suatu ketika ia menolong seorang pengendara motor, melakukan adzan, menolong Mpok Ade, membantu membersihkan musala, serta berbagai pertolongan lainnya, tapi pertongan yang ia lakukan malah membuat masalah semakin sulit.

Sofyan adalah pemuda yang baik dan selalu dapat menyenangkan dan menghibur hati Bidin. Sofyan selalu baik pada Bidin, meskipun Bidin menjadi sosok yang selalu membuat masalah dan tak disenangi warga akibat perbuatannya.

Akhirnya, karena Bidin selalu menolong, tapi pertolongan yang dilakukannya itu tak pernah beres, Pak RT memberikan maklumat pada Bidin, agar ia ”Jangan pernah menolong orang, siapapun dia!”

Sungguh menyedihkan, memang. Tapi, harus bagaimana lagi? Bidin akhirnya menuruti kata Pak RT, ”siapapun” sungguh membuat Bidin sedih.

Hingga pada suatu malam yang sepi, ketiak ia tak bisa tidur, ia memutuskan untuk berjalan mengitari kampungnya. Tiba-tiba ia mendengar teriakan Pak RT, ternyata ia jatuh kedalam sumur!

Bidin kalut dan bingung. Apa yang harus ia lakukan?? Pak RT terus berteriak agar Bidin menolongnya. Tapi, Bidin mengingat pesan Pak RT agar ia tak menolong orang, siapapun dia.

Akhirnya Bidin pergi, iapun menceritakan kejadian itu pada Sofyan. Mereka berhasil menyelamatkan Pak RT yang telah letih untuk berteriak. Pak RT selamat. Ia berterima kasih pada Bidin hingga ia mencium tangan pemuda itu.

Bidin merasa senang karena ia menjadi penolong Pak RT. Ia tidur bersama Sofyan di musola. Ketika waktunya shalat Tahajud tiba, Sofyan terbangun mendengar suara adzan. Ternyata, Bidinlah orang kmengumandangkan adzan itu.

Cerita ini dikemas dengan bahasa sehari-hari dan memiliki unsur humor yang segar, sehingga membuat pembaca terhibur oleh perkataan dan tindakan tiap tokoh.

Let's Play!

Sorry, you will need the <a href="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer/" target="_blank">Flash Player</a> to play this game.
Add Games to your own site


MusicPlaylist