KTI

Hey guys!
How are you today?
I hope you get a good day!
Hmm, remember when i go to Jakarta and get study tour? Yeah, that's right. You know what? I get the boring task! That means, i must make a paper ilmiah. I don't what that is. Okay, surely that makes me tired to do that, although i work with my group. But, what's different? Yay! I know everythin's gonna be okay! And i don't know i will get the great score. It just increases my job! Haha! Don't give up! And that's the student's job..
Keep smile! :))

Gus Dur

Innalilahi wa inna ilaihi rojiun
Duka dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia. Yeah, kau tahu sendiri mengenai berita ini. Well, setiap stasiun televisi selalu memberitakan kabar ini, kapanpun ada acara berita, selain itu, rasa belasungkawa yang dimuat disurat kabar dari berbagai institusi ataupun perusahaan, tercetak setengah halaman sebuah koran, bahkan lebih, tertera di banyak halaman. Ya. Beliau adalah seorang yang sangat berpengaruh Indonesia. Banyak sekali perubahan yang beliau ciptakan, dalam artian memajuknan dan mempersatukan rakyat Indonesia.
Setiap agama, setiap daerah, mendoakan beliau. Aku mengidolakan beliau. Beliau sangat berpengaruh di negeri ini. Selain karena beliau presiden Indonesia yang ke-4. Aku browsing, dan menemukan biografi Gus Dur, yang bernama lengkap Abdurrahman Wahid. Biografi ini kudapat dari sebuah blog multiply, indonesiabisa.multiply.com.

Masa Bakti 1999 -- 2001
Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur menjabat Presiden RI ke-4 mulai 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001. Beliau lahir tanggal 4 Agustus 1940 di desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ayahnya adalah seorang pendiri organisasi besar Nahdlatul Ulama, yang bernama KH. Wahid Hasyim. Sedangkan Ibunya bernama Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Dari perkawinannya dengan Sinta Nuriyah, mereka dikarunia empat orang anak, yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Annita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari .

Sejak masa kanak-kanak, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Selain itu beliau juga aktif berkunjung keperpustakaan umum di Jakarta. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku. Di samping membaca, beliau juga hobi bermain bola, catur dan musik. Bahkan Gus Dur, pernah diminta untuk menjadi komentator sepak bola di televisi. Kegemaran lainnya, yang ikut juga melengkapi hobinya adalah menonton bioskop. Kegemarannya ini menimbulkan apresiasi yang mendalam dalam dunia film. Inilah sebabnya mengapa Gu Dur pada tahun 1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.

Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika Gus Dur berada di Mesir.

Sepulang dari pengembaraannya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan memilih menjadi guru. Pada tahun 1971, beliau bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian beliau menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis. Beliau kembali menekuni bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis. Lewat tulisan-tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus Dur mulai mendapat perhatian banyak.

Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, K.H. Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh LP3ES.

Pada tahun 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula beliau merintis Pesantren Ciganjur. Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin. Gus Dur semakin serius menulis dan bergelut dengan dunianya, baik di lapangan kebudayaan, politik, maupun pemikiran keislaman. Karier yang dianggap `menyimpang`-dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus pengurus PBNU-dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahunn 1983. Beliau juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1986, 1987.

Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-`aqdi yang diketuai K.H. As`ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4. Selama menjadi presiden, tidak sedikit pemikiran Gus Dur kontroversial. Seringkali pendapatnya berbeda dari pendapat banyak orang. (Dari Berbagai Sumber)

Kita doakan saja, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT. Amin.

Happy New Year!!!!!!!!!!!!

Hey, sobat.......... How are you?? I'm fine here. Okay, actually i just wanna say hi to you, like I did every time, when i don't have a great job. Hmmm... Okay, mungkin ini agak terlambat, tapi daripada tidak aku katakan sama sekali.

HAPPY NEW YEAR.............!!!!!!!!!

And what do you do at new year night?? Share me! Hmmm, kupikir aku hanya menghabiskan waktuku hanya utuk tidur pada malam tahun baru 2010. Sama sekali tidak keren.. Haha.. Okay, bisa kau katakan aku terlalu lelah untuk begadang semalaman, baik itu menonton konser, film ataupu hanya sekedar menonton kembang api disudut kota, atau didepan rumah.
Hey, dengar padahal malam tahu baru itu ada sebuah televisi swasta yang memutar film Spiderman 3, okay, emang aku sudah pernah menonton film tersebut, tapi setidknya aku bisa melihat lagi ketampanan seorang Peter Parker, dan aksinya sebagai seorang hero.
Pasalnya, pada tanggal 31 Desember, aku dan teman kelompok KTI ku, telah mengadakan sebuah konferensi di rumah salah satu temanku di Maja, naik motor, dengan medan yang cukup sulit, naik turun dengan kerataan yang mendekati satu.
Yeah, itu cukup menyenangkan, meskipun udara cukup dingin bagiku, yang memang tinggal ditempat dengan polusi cukup tinggi dan atmosfer yang cukup membuat kulitku menjadi lebih cokelat, ketikaku berjalan-jalan ketika matahari berada tepat di atas kepalaku.
Aku pulang, hujan terus mengguyur sepanjang perjalanan, untunglah, kakekku selalu siap sedia dengan jas hujan dibawah jok. Jadinya, tak terlalu basah, terlebih lagi, aku terus-menerus dihubungi ayahku dengan alibi, akan hujan dan jalan cukup licin untuk dilalui.
Well, tetap saja, bahkan kami masih bisa tenang utnuk mengisi perut di warung baso. Hmm, itu cukup asik. Maja memiliki udara yng cukup sejuk. Kebun yang hijau. Kami asih sempat berfoto-ria dijalanan yang kami lalui.
So, apa resolusimu di tahun 2010??

Let's Play!

Sorry, you will need the <a href="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer/" target="_blank">Flash Player</a> to play this game.
Add Games to your own site